Crossing the Blues

Cek apakah RC valve NSR anda masih hidup?

Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan mengenai bagaimana cara mengetahui bahwa RC valve masih hidup berikut penjelasannya :

Gerakan normal RC Valve NSR 150 R & RR ASTRA(“Lampu bulet”)
1 Saat kontak di posisi “on” RC Valve akan berada pada posisi L
2 Nyalakan mesin dan posisikan pada putaran idle (1200 Rpm) maka posisi valve pada blok akan berada di H
3 Naikan putaran gas sampai lebih dari 6000 rpm maka valve akan bergerak secara penuh ke H


Gerakan normal RC Valve NSR 150 SP & New RR (“Lampu SP”)
1 Saat kontak di posisi “on” RC Valve akan berada pada posisi tengah
2 Nyalakan mesin dan posisikan pada putaran idle (1200 Rpm) maka posisi valve pada blok akan berada di L
3 Naikan putaran gas sampai lebih dari 6000 rpm maka valve akan bergerak secara periodik ke H
(banyaknya gerakan valve benar2 mengikuti rpm mesin)

Cara setting RC Valve
NSR 150 R & RR ASTRA(“Lampu bulet”)
1 Kendorkan mur pengunci stelan RC Valve
2 Nyalakan mesin dan posisikan putaran pada 1200-2000 Rpm
3 Putar berlawanan arah jarum jam Baut penyetel RC Valve dan berhenti saat sekitar 2 derajat Pulley RC Valve menjelang “mentok” pada posisi membuka penuh.
4 Kunci kembali posisi RC Valve dengan mengencangkan mur pada baut penyetel RC Valve.

NSR 150 SP & New RR (“Lampu SP”)

1 Kendorkan mur pengunci stelan RC Valve
2 Nyalakan mesin dan posisikan putaran pada 9000 Rpm
3 Putar berlawanan arah jarum jam Baut penyetel RC Valve dan berhenti saat sekitar 2 derajat Pulley RC Valve menjelang “mentok” pada posisi membuka penuh.
4 Turunkan kembali putaran mesin pada posisi idle 1200 Rpm

Kunci kembali posisi RC Valve dengan mengencangkan mur pada baut penyetel RC Valve.

(Khusus untuk SP pada langkah 3 harus dilakukan dengan cepat agar mesin tidak overheat)


RC Valve NSR
Honda NSR 150 merupakan satu2nya motor pertama keluaran PT AHM yang memberikan berbagai fitur teknologi tetinggi dimasanya diantaranya RC VALVE. Namun perlu diketahui bahwa dengan adanya keunggulan fitur ini sering menjadi penyebab bengkel2 umum ataupun bengkel resmi sekalipun tidak berani melakukan perbaikan mesin pada motor ini. Alasannya adalah dikhawatirkan ada kesalahan penyetelan pada katup RC Valve setelah pembongkaran, yang tentunya akan berakibat kerusakan pada komponen mahal ini. Padahal sesungguhnya mudah merawat NSR jika kita paham apa itu RC Valve. Berikut penjelasannya :

Fungsi RC Valve
Fungsi dari RC Valve sendiri adalah untuk mengontrol luas area lubang buang agar didapatkan power yang maksimal disemua area rpm.Mengapa bisa begitu?
Pada mesin 2 tak ada berbagai cara yang sering dilakukan oleh mekanik untuk meningkatkan performa mesin tersebut, yang paling lazim adalah merubah tinggi lubang buang (Meninggikannya), namun ada beberapa konsekuensi yang harus dibayar yaitu :
1 Semakin tinggi lubang buang berarti luas area / penampang lubang buang semakin besar, efek yang ditimbulkan :

a Power semakin baik pada putaran atas tetapi cenderung lemah diputaran bawah
b Karena putaran bawah menjadi kurang bertenaga untuk pemakaian sehari2/normal motor menjadi tidak nyaman dikendarai dan bahan bakar menjadi boros
2 Semakin rendah lubang buang berarti luas area / penampang lubang buang semakin kecil, efek yang ditimbulkan :
a Power semakin baik pada putaran bawah tapi buruk pada putaran atas
b Motor tidak mampu untuk digunakan pada keperluan balap (Hanya untuk sehari2
Berangkat dari prinsip itu pabrikan membuat suatu sistem katup pada lubang buang mesin2 2tak modern yang memungkinkan perubahan area luasan / penampang lubang buang pada setiap rpm.
Pada mesin Honda dikenal dengan istilah RC Valve, Yamaha YPVS, Kawasaki KIPS dll, dimana prinsipnya sama hanya bentuknya yang berbeda.
Cara Kerja RC Valve
Berbeda dengan KIPS yang di gerakkan oleh sistem mekanis, RC Valve bekerja dengan sistem Elektrik, sehingga butuh perawatan lebih hati2 agar performanya bisa terjaga. (lihat skema diatas
Keterangan :

----- Komponen RC Valve


____ Jalur arus elektrik

Dari skema bisa kita lihat bahwa kerja komponen RC Valve (Servo motor & RC Control) berhubungan dengan komponen elektrik lainnya seperti CDI dan kiprok, sehingga kesehatan CDI dan Kiprok juga dipengaruhi oleh komponen2 RC Valve.
Apa efeknya jika NSR tanpa RC Valve?

1 Jika RC Valve di sett pada posisi H (terbuka penuh) maka :


a Power semakin baik pada putaran atas tetapi cenderung lemah diputaran bawah


b Bahan bakar menjadi boros.


(Menurut informasi dari beberapa konsumen saya, NSR yang kondisi mesinnya sehat dengan RC Valve mampu menghasilkan perbandingan 1liter : 35 km, sementara NSR tanpa RC Valve hanya mampu 1 liter : 10-13 km, tentunya dengan kondisi pemakaian normal di perkotaan/jakarta)


c Lontaran tenaga dari mesin tidak periodik tetapi secara tiba2 mengakibatkan daya yang diterima komponen mesin lainnya pun secara tiba2 pula hal ini tentunya memperpendek usia mesin.


2 Jika RC Valve di sett pada posisi L (menutup penuh) maka :


a Power motor baik di putaran 0 – 5000 rpm tetapi buruk di atas 5000 rpm.


b Akan terjadi deposit kerak yang berlebih pada katup lubang buang yg membahayakan piston jika tumpukan kerak sudah terlalu banyak (Blok & Piston bisa baret)


3 Jika RC Valve di sett pada posisi tengah maka :


a Power motor baik di rentang putaran menengah


b Akan terjadi deposit kerak yang berlebih pada katup lubang buang yg membahayakan piston jika tumpukan kerak sudah terlalu banyak (Blok & Piston bisa baret)


Bagaimana merawat RC Valve?


Walaupun bisa diperbaiki jika mengalami kerusakan ada baiknya kita merawat komponen satu ini karena harganya yang mahal (sekitar 2 juta/set) dan sudah menjadi rahasia umum bahwa para peminat NSR di Indonesia skg ini sudah banyak yang menyadari bahwa RC Valve adalah komponen yang harus ada di NSR terlebih fungsinya yang vital (baca : Apa efeknya jika NSR tanpa RC Valve?) sehingga bisa dipastikan harga jual NSR akan jatuh jika komponen ini tidak ada (rusak).


Berikut perawatan RC Valve :


1 Pastikan kondisi part2 elektrik pendukung RC Valve dalam kondisi oke (Lihat : Cara Kerja RC Valve)


terutama : Aki, CDI dan kiprok. Untuk CDI dan kiprok harus yang orisinil.


2 Pastikan kerja buka tutup RC valve tdk terhambat (lumasi kawat2 pada servo motor s/d blok)


3 Bersihkan kerak yang menumpuk pada katup lb buang jika terjadi penumpukan berlebih.


4 Sesuaikan posisi stelan pada cakram RC valve di blok dengan pulley pada Servo motor


5 Jika RC Valve pernah kebakar dan sudah diperbaiki pastikan gerakan servo tidak berhenti2 ditengah2 H & L, gerakan harus lancar dan kecepatan putar pulley nya pun harus sesuai dengan bawaan pabriknya serta gerak pulley tidak bergetar2,jika hal ini terjadi kemungkinan arus listrik yg keluar/masuk bebeda dari yang seharusnya maka khawatir umur dan kinerja RC Valve & komponen pendukung elektrik lainnya (CDI & kiprok) akan terpengaruh.


Semoga informasi ini berguna dan pertahankan eksistensi motor ini.

Perhitungan porting dalam memodifikasi blok 2 tak


Ada beberapa teknik tune up mesin 2 tak, yang paling lazim adalah memporting ulang design port.
Memporting ulang itu juga banyak halnya diantaranya adalah:
1 Merubah tinggi port
2 Mengarahkan kembali jendela port
3 Menghaluskan saluran2 port
4 Memperbesar ukuran port
Tentunya point2 tersebut diatas harus dilakukan dengan perhitungan yang tepat agar hasilnya maksimal.

Kali ini kita hanya akan membahas mengenai merubah tinggi port

Merubah tinggi port berarti durasi buka & tutup port pun akan berubah. Menentukan angka dari tinggi port ini tentunya harus menggunakan hitungan2 tertentu.
Jika seorang mekanik pernah melakukan perubahan tinggi port pada sebuah silinder blok dan ternyata hasilnya baik ini bisa menjadi acuan untuk mekanik lainnya jika ingin melakukan rubahan pada blok lainnya walaupun memiliki spek yang berbeda.
Caranya adalah mengkonversi ukuran dari mm menjadi derajat putar kruk as.

Contoh :
HRC Thailand menentukan tinggi porting terbaik pada silinder blok NSR SP adalah sbg berikut :
1 Lb Bilas : 42mm
2 Lb Transfer primer & sekunder : 42mm
3 Lb Buang : 26mm
(Catatan :Deck Height NSR adalah 0 mm yang berarti Bibir piston NSR saat berada di TMA adalah sebidang dengan bibir silinder blok atau 0 mm)

Maka jika kita ingin merubah port silinder blok Yamaha RX King harus menggunakan angka berapa di tiap2 portnya jika ingin mengacu pada hitungannya HRC??

Tentunya salah jika kita langsung menggunakan angka2 diatas untuk diaplikasi di blok RX King.
Kita harus mengkonversi dahulu dengan satuan derajat, setelah didapat maka dikonversi kembali ke satuan mm dengan ditambah (Deck Height)

Lalu bagaimana mengkonversi dari mm ke derajat?
Yang pertama kita harus ketahui dulu data2 sebagai berikut :
1 Stroke NSR & stroke RX King
2 Panjang Stang piston NSR & RX King

Jika data2 tersebut sudah diketahui maka kita bisa menggambar diatas kertas sesuai data2 tersebut atau jika ingin lebih akurat bisa dengan menggunakan software Auto Cad.
Misal menentuakn derajat buka lubang buang pada blok yang ingin ditiru (Blok NSR):
1 Buat lingkaran dengan diameter seukuran stroke NSR dan gambarkan titik pusatnya dalam koordinat axis X & Y. pada titik paling atas lingkaran beri tanda 0 derajat kruk as (ini melambangkan derajat putar kruk as)
2 Gambar garis vertikal berukuran panjang stroke + panjang stang seher dengan posisi garis melalui titik pusat lingkaran dan ujung paling bawah garis bertemu dengan ujung paling bawah lingkaran. (Ini melambangkan titik pusat dari rangkaian silinder+piston+kruk as)
3 Buat titik 0mm pada ujung atas garis tersebut (anggaplah titik 0 tersebut adalah posisi piston saat TMA)
4 Buat lagi titik (Tandai dengan huruf B)pada garis vertikal tadi seukuran tinggi lb buang (pada contoh diatas adalah 26mm) Berarti jarak dari titik 0 ke titik B adalah 26mm.
5 Gunakan jangka buat agar jarak bukaan jangka seukuran dengan panjang stang seher NSR (ini melambangkan panjang stang seher)
6 Jarum jangka di posisikan di titik B dan mata pinsil jangka di coretkan ke lingkaran yang mampu dijangkau dengan jangka (ini melambangkan posisi stang seher pada rangkaian)
7 Ukur berapa derajat dari posisi 0 derajat kruk as terhadap titik pada point 6 tadi dengan bususr derajat.
8 Angka derajat buka lubang buang telah didapat.

Lakukan langkah2 diatas untuk menghitung derajat buka lubang bilas dan transfer.
Setelah semua didapati sekarang tinggal menghitung berapa mm tinggi lubang2 tersebut pada blok rubahan (Blok RX King).

Langkah2nya adalah :
1 Buat lingkaran dengan diameter seukuran stroke RX King dan gambarkan titik pusatnya dalam koordinat axis X & Y. pada titik paling atas lingkaran beri tanda 0 derajat kruk as (ini melambangkan derajat putar kruk as)
2 Gambar garis vertikal berukuran panjang stroke + panjang stang seher dengan posisi garis melalui titik pusat lingkaran dan ujung paling bawah garis bertemu dengan ujung paling bawah lingkaran. (Ini melambangkan titik pusat dari rangkaian silinder+piston+kruk as)
3 Buat titik 0mm pada ujung atas garis tersebut (anggaplah titik 0 tersebut adalah posisi piston saat TMA)
4 Ukur dengan busur derajat angka yang didapati dari point no 8 diatas dan tandai pada lingkaran dan beri tanda B.
5 Gunakan jangka buat agar jarak bukaan jangka seukuran dengan panjang stang seher Rx King (ini melambangkan panjang stang seher)
6 Jarum jangka di posisikan di titik B dan mata pinsil jangka di coretkan ke garis vertikal diatas lingkaran yang mampu dijangkau dengan jangka (ini melambangkan posisi stang seher pada rangkaian)
7 Ukur jarak dari titik 0mm terhadap titik yang baru didapat dari point no 6.
8 Jarak tinggi lubang buang RX King telah didapat.

Lakukan langkah2 diatas untuk menghitung jarak lubang bilas dan transfer.
Setelah semua angka didapat kita harus mengetahui Deck height RX king tersebut, setalah didapat maka ukuran2 jarak port yang sudah didapat masing2 ditambah Deck height nya.

Sementara jika ingin melebarkan lubang buang maximal adalah 70% dari diameter piston
kecuali jika design lubang buangnya memiliki tiang penyangga seperti NSR SP maka bisa dibuat lebih lebar lagi.
Contoh : Diameter piston NSR adalah 59mm maka lebar lb buang maximal adalah 59x 70% = 41.3mm dibulatkan menjadi 42 mm, jika lebih dari 42mm maka khawatir ring piston bagian lb buang akan cenderung menekan berlebihan ke dinding silinder, shg silinder akan mudah aus.


Adi Ramadia
www.bengkelmotoronline.wordpress.com
www.bengkel-motor-online.blogspot.com
Point penting jika ingin memodifikasi velg


Ada modifikator yang sering memaksakan tampilan motor agar lebih bagus dengan menggunakan velg CW (Casting wheel) bertapak lebar. Jika Velg yang diinginkan ada di pasaran dengan kualitas setara merk2 terkenal mungkin itu tidak menjadi masalah asalkan budget yang kita miliki memang ada. Namun apa jadinya jika Velg yang diinginkan tidak ada di pasaran? Sementara ukuran velg yg dibutuhkan tersebut hanya ada untuk motor jenis lain.


Misalkan sang modifikator ingin memodif velg NSR dengan ukuran 400-17 dari standardnya yang berukuran 2.75 - 17, tentunya ukuran sebesar itu hanya bisa didapat dari velg bawaan moge misalkan yang ada dipasaran hanya velg Cagiva mito.


Terkadang tanpa memikirkan nilai2 keselamatan sang modifikator hanya membuat dudukan sana sini agar velg bisa masuk di lengan ayun standard motor sang pasien, begitu velg terpasang langsung diserahkan ke konsumen (Yang penting tampilannya jadi sangar).


Sebenarnya ada beberapa hal yang wajib menjadi perhatian bagi siapapun yang ingin memodifikasi velg spd motornya dengan velg spd motor dari jenis lain hal ini lebih kepada nilai safety karena roda menentukan kestabilan pada spd motor terlebih motor sport yang notabene bertenaga dan berbobot besar. Hal2 yang perlu diperhatikan tersebut diantaranya adalah :


1 Garis center pada roda belakang harus pas berada pada garis center velg aslinya agar center line terhadap roda depan bisa sama (sebidang).


2 Jika pemasangan velg mewajibkan membuat bos laher (bearing) maka center bos laher harus tepat berada pada center velg, jika tidak motor akan terasa oleng.


3 Center line pada gir belakang harus sama (sebidang) dengan center line pada gir depan.Jika hal ini tidak tercapai maka rantai akan mudah lepas dari gir, ini membahayakan pengendara jika pada kecepatan tinggi rantai tiba2 lepas dan bisa mengunci roda belakang.


4 Center line pada cakram belakang harus tepat (sebidang) dengan titik tengah antara kedua kampas rem di kepala babi. Jika hal ini tidak tercapai maka pengereman akan kurang sempurna (tidak pakem)


5 Jika rem belakang menggunakan sistem tromol maka area luasan bidang gesek kampas rem minimal sebanding dengan area luasan bidang gesek standardnya jika hal ini tidak tercapai maka pengereman akan kurang sempurna (tidak pakem).



Adi Ramadia